Navigation Menu
Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo

Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo

Palangkaraya, Kalimantan Tengah

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Tuesday, January 19, 2016
  • Category:
  • Address: Jalan Tjilik Riwut KM 28, Komplek Arboretum Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Yayasan BOS berdiri sejak 1991 dengan nama awal Balikpapan Orangutan Society (Perhimpunan Pencinta Orangutan Balikpapan). Pada tahun 1998 nama tersebut berubah menjadi Yayasan Penyelamatan Orangutan Balikpapan (The Balikpapan Orangutan Survival Foundation). Pada tahun 2003, berubah nama lagi menjadi Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS), karena mengalami perluasan wilayah kerja ke Kalimantan Tengah. Yayasan BOS merupakan organisasi non-profit Indonesia dengan cabang di duabelas negara di dunia. Pemeriksaan pembukuan Yayasan BOS dilakukan oleh Multinasional Auditor Company, dan Yayasan BOS beroperasi di bawah perjanjian resmi dengan Kementrian Kehutanan untuk melestarikan orangutan dan ekosistemnya dengan melibatkan masyarakat sekitar. Yayasan BOS merupakan pengelola konservasi primata terbesar di dunia.

Sepuluh tahun terakhir penyusutan dan kerusakan hutan dataran rendah yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan telah mencapai titik kritis yang dapat membawa bencana ekologi skala besar bagi masyarakat. Bagi orangutan di Kalimantan, kerusakan kawasan hutan telah menurunkan jumlah habitat orangutan sebesar 1,5-2% per tahun. Selain itu, ancaman perburuan untuk dijadikan satwa peliharaan dan sumber makanan bagi masyarakat sekitar juga memperburuk nasib orangutan. Fakta menunjukkan bahwa orangutan adalah jangkar pengikat sebuah ekosistem hutan, dan manusia memerlukan keberadaan sang Bumi untuk bisa terus hidup. Selain itu, bumi perlu ekosistem dan ekosistem hanya ada jika elemen-elemennya ada.

Dari tujuh hutan hujan pengikat ozon utama di dunia, tiga di antaranya berada di Indonesia. Orangutan sebagai makhluk hidup yang tergantung pada keberadaan hutan dapat dianggap sebagai wakil terbaik dari struktur keanekaragaman hayati hutan hujan tropis yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu, orangutan dapat menjadi spesies paying untuk konservasi hutan hujan tropis. Tiap kilometer hutan dihuni orangutan dengan kepadatan satu hingga lima individu ekor dan dapat menyediakan habitat bagi lima jenis burung rangkong paling sedikit, lima puluh jenis pohon buah-buahan, limabelas jenis liana, dan berbagai jenis hewan lainnya. Berdasarkan jenis morfologi dan genetik yang terdapat pada populasi orangutan Borneo terdapat tiga kelompok sub-spesies yang berbeda, yaitu:

  1. Pongo pygmaeus pygmaeus di bagian Barat Laut Kalimantan, Utara Sungai Kapuas sampai Timur Laut Serawak
  2. Pongo pygmaeus wurmbii di Barat Daya Kalimantan, bagian Selatan Sungai Kapuas, dan bagian Barat Sungai Barito
  3. Pongo pygmaeus morio di Sabah dan bagian Timur Kalimantan sampai sejauh Sungai Mahakam.

Oleh karena kesadaran akan paparan di atas, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo berinisiatif untuk terus melindungi kelestarian orangutan berikut habitatnya dengan fasilitas dan program terencana.

Tiga fokus utama Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo adalah:

  1. Reintroduksi Orangutan.
  2. Rehabilitasi dan Perlindungan Habitat Alami
  3. Informasi, Program Pendidikan, dan Program Pemberdayaan Masyarakat.

Reintroduksi orangutan merupakan pelaksanaan program yang pertama kali dikembangkan secara ilmiah oleh Dr. Herman Rijksen dan menjadi Program Reintroduksi Orangutan satu-satunya yang diakui pemerintah Indonesia. Program reintroduksi ini bertujuan untuk mengembalikan orangutan ke habitat aslinya. Dua program reintroduksi yang dimiliki oleh Yayasan BOS adalah Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari dan Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah di Nyaru Menteng. Setelah program reintroduksi orangutan, ada juga program sosialisasi dan program pelepasan kembali.

PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia yang didirikan oleh Yayasan BOS memanfaatkan skema Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) untuk mendapatkan kawasan pelepasliaran orangutan. PT. RHOI saat ini dipercaya pemerintah untuk mengelola kawasan hutan seluas 86.450 ha sebagai kawasan pelepasan kembali orangutan Kalimantan ke habitat alaminya. Seluruh areal tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan melalui SK No.464/Menhut II/2010 per tanggal 18 Agustus 2010. Pemilihan lokasi tersebut melibatkan instansi terkait, seperti PHKA cq, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, universitas dan lembaga lainnya. Kekayaan dan keanekaragaman hayati yang tinggi pada areal PT. RHOI di Kalimantan Timur digambarkan dari ditemukannya 395 jenis pohon dan 294 jenis fauna. Penerapan peran sosial hutan dilakukan dengan mengupayakan peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui pengikutsertaan masyarakat secara aktif dalam kegiatan perusahaan, pemanfaatan jasa lingkungan, pendidikan dan upaya lainnya yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Program rehabilitasi dan perlindungan habitat alami bagi Yayasan BOS tidak hanya bertujuan untuk merehabilitasi lahan kritis atau melindungi areal hutan melalui pengelolaan sumber daya hutan, namun juga untuk memberdayakan masyarakat lokal yang hidup di sekitar hutan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan tanpa harus memberikan dampak negatif terhadap alam. Salah satu program yang berada dalam program rehabilitasi lahan dan perlindungan habitat alami adalah pengendalian kebakaran di areal hutan melalui pembentukan regu api. Melalui Program Konservasi Kawasan Mawas, Yayasan BOS juga mulai mengupayakan pencegahan kebakaran dan menjaga stabilitas hidrologi, juga merestorasi dan merehabilitasi kawasan bekas terbakar yang dilakukan dengan melibatkan segenap masyarakat sekitar dalam program agroforestry. Dua program milik Yayasan BOS yang berfokus pada kegiatan perlindungan habitat orangutan dan rehabilitasi lahan, yaitu: Program Rehabilitasi Lahan Samboja Lestari dan Program Konservasi Kawasan Mawas.

Bagi Yayasan BOS, pendidikan adalah alat yang sangat penting untuk berhubungan dengan masyarakat, terutama mereka yang belum memiliki pengertian dasar mengenai konservasi satwa liar dan habitatnya. Salah satu kunci keberhasilan upaya penyelamatan satwa dan alam adalah pendidikan generasi muda dan komitmen masyarakat. Untuk menyelamatkan orangutan dari kepunahan, Yayasan BOS juga menjalin komunikasi dan kerjasama dengan berbagai organisasi lingkungan dalam maupun luar negeri. Keterlibatan secara aktif Yayasan BOS terlihat dari keikutsertaanya dalam menyusun strategi aksi dan konservasi orangutan Indonesia untuk tahun 2007-2017. Selain itu, Yayasan BOS juga mengadakan pengembangan situs Yayasan BOS, serta kegiatan kunjungan dan program di sekolah-sekolah, kampanye pengembangan kesadaran masyarakat, pameran, lokakarya, pelatihan para guru dan publikasi buku-buku untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat.

Salah satu upaya dalam mengurangi tekanan masyarakat terhadap kawasan konservasi adalah dengan meningkatkan berbagai aktifitas dalam penguatan kapasitas dan pengembangan ekonomi masyarakat melalui pengorganisasian serta pengelolaan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan.

ou1 ou2 ou3 ou4 ou5

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>