Navigation Menu
Yayasan GAYa Nusantara

Yayasan GAYa Nusantara

Surabaya, Jawa Timur

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Monday, January 18, 2016
  • Category:
  • Address: Jalan Semolowaru Selatan VI/No. 9, Surabaya 60119

GAYa Nusantara adalah pelopor organisasi gay di Indonesia yang terbuka dan bangga akan jati dirinya, serta tidak mempermasalahkan keragaman seks, gender, dan seksualitas dan berbagai latar belakang lainnya. Organisasi non profit ini didirikan pada 1 Agustus 1987 oleh Dede Oetomo sebagai perkumpulan untuk memperjuangkan kepedulian akan hak-hak LGBTIQ. Lembaga ini sesuai dengan perjalanan waktu berubah bentuk menjadi sebuah yayasan. Pada 27 Juni 2012, Yayasan GAYa Nusantara mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

Yayasan GAYa Nusantara memiliki motto: “encourage people to be proud of their sexuality.” GAYa Nusantara memiliki keyakinan bahwa identitas gender dan orientasi seksual di masyarakat sangat beragam. Heteroseksual bukanlah satu-satunya orientasi seksual yang normal. Identitas gender  bukan hanya perempuan dan laki-laki. LGBTIQ memiliki hak asasi yang sama dengan individu yang lain.  Visi dari Yayasan GAYa Nusantara adalah: terciptanya suatu Indonesia yang menghargai, menjamin, dan memenuhi hak asasi manusia di mana orang dapat hidup dalam kesetaraan, kemerdekaan, dan keanekaragaman hal-hal yang berkaitan dengan tubuh, identitas, dan ekspresi gender dan orientasi seksual.  Sedangkan misi dari Yayasan GAYa Nusantara adalah: (1) melakukan penelitian, publikasi, dan pendidikan dalam bidang HAM, gender dan seksualitas, kesehatan, dan kesejahteraan seksual. (2) Menyediakan pelayanan dan menghimpun informasi seputar HAM, seks, gender dan seksualitas, kesehatan, dan kesejahteraan seksual. (3) Memelopori dan mendorong gerakan LGBTIQ.

Yayasan GAYa Nusantara memiliki nilai-nilai dasar:

  1. Humanisme: menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan (HAM).
  2. Kesetaraan: tidak ada perbedaan atas dasar apapun (seks, gender, orientasi, ras, suku, agama, dll).
  3. Demokrasi: pengambilan keputusan yang terbuka, partisipatif dengan kemampuan menerima perbedaan dan kesetaraan.
  4. Propilihan: menghargai semua pilihan yang dibuat oleh setiap orang.
  5. Nonkekerasan: lebih mengutamakan dialog untuk mencapai kesepakatan dan berbudaya sekuat mungkin untuk menghindari kekerasan secara fisik, psikis, sosial, dan budaya, sebagai bagian dari upaya penegakan HAM dan memerangi ketidakadilan.
  6. Solidaritas: menghargai dan menghormati setiap orang.
  7. Kemandirian: kebebasan untuk menentukan arah dan tujuan organisasi, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan pihak lain.
  8. Keterbukaan: konsisten dan jujur dalam memberikan fakta dan informasi yang sesungguhnya sejauh untuk kepentingan dan tujuan organisasi serta visi dan misi.
  9. Kerelawanan: bekerja tanpa pamrih yang mengutamakan kepentingan dan tujuan organisasi sesuai visi dan misi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Yayasan GAYa Nusantara dibagi ke dalam tiga divisi:

-Divisi Penelitian dan Pendidikan: melakukan penelitian bertema seksualitas, kursus gender dan seksualitas, maupun workshop untuk pengembangan kapasitas.

-Divisi Penyadaran Publik dan Advokasi: menyediakan media publikasi antara lain terbitan, website, film pendek. Melakukan advokasi seperti media wacth, dokumentasi kasus. Melakukan kegiatan publik seperti pemutaran film, bedah buku, dialog publik, program radio dan televisi, pameran seni, pertunjukan seni. Melakukan pengembangan dan pemeliharaan, serta pemetaan dan kunjungan ke organisasi/komunitas gay, lesbian, dan waria di daerah.

-Divisi Pelayanan Kesejahteraan dan Kesehatan Seksual: secara fisik melakukan komunikasi perubahan perilaku (program HIV/AIDS), kampanye safe sex.  Secara psiko-sosial melakukan konseling (email, telepon, surat, dan tatap muka).

Beberapa keberhasilan yang telah dicapai oleh Yayasan GAYa Nusantara antara lain:

-Membangun kerjasama mutualis dengan enam rumah sakit dan delapan PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat/Puskesmas) dalam menyediakan layanan pengobatan IMS (infeksi menular seksual) dan VCT (voluntary conseling test) di Surabaya, yaitu: RS. Dr. Soetomo, RS. Soewandhie, RSJ. Menur, RSAL, RS. Bhayangkara, RSP. Karangtembok, PKM. Perak Timur, PKM. Kedungdoro, PKM. Putat Jaya, PKM. Sememi, PKM. Kedurus, PKM. Jagir, PKM. Dupak, PKM. Pucang.

-Menjadi inisiator layanan mobile clinic berbasis komunitas dan juga menjadi pusat kajian gender dan seksualitas.

-Memperkuat jaringan antara MK (Manejer kasus) dan konselor dari Yayasan GAYa Nusantara  dengan MK dan konselor dari PKM untuk menyediakan layanan VCT dan PDP (perataan dukungan dan pengobatan,) di kota Surabaya.

-Membentuk dan menguatkan empat KDS (kelompok dampingan sosial) positif: Recoffen 1, Recoffen 2, HCS, DAN No Name.

-Mengorganisir komunitas Gay dan LSL (Laki-laki yang bermain seks dengan laki-laki) melalui gerakan dua puluh kelompok sesuai minat di Surabaya (Adhinata Family, Astinapura, Grande, Walper, M2M, Geng Party, DDS, Miscas, Borju, Lembayung Sutra, IPM, Nelangseng, JAE, PBC, PKI, CS, Orgy, Rumpik, dan Risky Grup).

-Mendorong lahirnya Perda HIV dan peningkatan anggaran HIV & AIDS pada APBD Kota Surabaya pada tahun 2013.

-Menjadi bagian dari jaringan GWL-Ina (Gay, Waria, LSL-Indonesia) dalam pergerakan advokasi dan juga untuk mengurangi stigma dan diskriminasi pada komunitas LGBT.

gn1 gn2 gn3 gn4 gn5

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>