Navigation Menu
Women’s Crisis Center “Pandulangu Angu” GKS

Women’s Crisis Center “Pandulangu Angu” GKS

Waingapu, Nusa Tenggara Timur

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Tuesday, January 19, 2016
  • Category:
  • Address: Jalan R. Suprapto No. 23, Waingapu, Nusa Tenggara Timur

Mencermati dan memahami situasi serta kondisi yang tengah dihadapi kaum perempuan Sumba, Komisi Perempuan Gereja Kristen Sumba mencoba turut aktif dalam memberikan kepeduliannya. Semakin maraknya kasus dan permasalahan tentang kekerasan di dalam rumah tangga, membuat Komisi Perempuan berinisiatif membentuk sebuah gerakan menentang tindak kekerasan didasari budaya yang telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Sumba. Women’s Crisis Center  “Pandulangu Angu”, hadir sebagai perwujudan gerakan tersebut.

Hasil keputusan Sidang Sinode GKS pada Juli 2014, mengesahkan sebuah pusat pelayan perempuan dan anak korban kekerasan bernama Women’s Crisis Center “Pandulangu Angu”. Bergerak di bidang pastoral, WCC hadir sebagai lembaga pendampingan dan pelayanan terpadu korban kekerasan. Memulai kegiatan pada 1 September 2014, lembaga ini mengawali langkahnya dengan mengirim beberapa perutusan untuk melakukan studi banding dan penelitian mendalam tentang angka kekerasan yang terjadi di Pulau Sumba. Dimotori oleh beberapa Pendeta perempuan GKS beserta  Vikaris-vikaris muda, lembaga ini telah berjalan selama satu tahun. Kegiatan-kegiatan yang sudah ataupun sedang berjalan diantaranya; training konselor, diskusi interaktif di Radio, studi banding dan menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga terkait, kampanye yang menyuarakan “STOP KEKERASAN pada PEREMPUAN” (disesuaikan dengan peringatan Hari Anti Kekerasan dan Hari Perempuan Internasional), mengadakan seminar tentang “Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Perjanjian Lama”, serta melakukan sosialisasi terhadap Komisi Perempuan GKS. Sambil menantikan kegiatan-kegiatan yang telah dijadwalkan, WCC membukakan pintunya untuk setiap klien yang hendak melaporkan seputar tindak kekerasan yang terjadi baik di keluarga atau bahkan di masyarakat.

Kegiatan awal yang telah ditempuh pihak WCC membuahkan hasil. WCC mendapat dukungan baik tenaga maupun dana dari beberapa pihak terkait. Salah satunya ialah beberapa lembaga swadaya masyarakat sekitar pulau Sumba yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak. Selain itu, lembaga ini juga mendapat dukungan dalam bentuk pendanaan dari beberapa negara, antara lain Belanda dan Jerman. Dukungan dan bantuan tersebut telah diraih dari hasil kerja sama antarkedua belah pihak tersebut.

Tidak hanya bersosialisasi mengenai isu gender (kekerasan terhadap perempuan), namun lembaga ini juga hadir sebagai pendamping dan pembina pemuda-pemudi Sumba dalam menjalani suka duka masa mudanya. Sebagai contoh, WCC seringkali diundang dalam beberapa kegiatan yang diadakan pemuda-pemudi gereja atau non-gereja seperti retreat, diskusi ringan, seminar, atau pembinaan semacamnya. Sehingga tercapai misi dari lembaga ini, yaitu untuk dapat membangun, memberi kepercayaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu yang dihadapi seiring perkembangan zaman.

“Pandulangu Angu” yang berarti menolong sesama, merupakan seruan yang ingin disampaikan kepada masyarakat Sumba dalam memahami kehidupan bermasyarakat. Menolong sesama atau mengasihi sesama yang dipahami sejalan dengan ajaran Kristen menjadi jati disi tersendiri bagi lembaga ini dalam menjalankan misi pengajaran iman Kristen.

wcc1 wcc2 wcc3 wcc4 wcc5

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>