Navigation Menu
Urban Poor Consortium

Urban Poor Consortium

Jakarta Timur, DKI Jakarta

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Tuesday, November 10, 2015
  • Category:
  • Address: Jalan Kalibata Utara I No. 18, Jakarta Timur

Urban Poor Consortium (UPC) adalah lembaga independen dan nirlaba yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat miskin di daerah perkotaan. UPC didirikan pada tanggal  24 September 1997 dalam bentuk konsorsium yang beranggotakan lembaga dan individu, gabungan antara aktivis NGO, seniman, professional seperti arsitek, wartawan, antropolog, dan sebagainya. Keragaman latar belakang ini didasarkan pada pemahaman tentang permasalahan yang menjadi fokus permasalahan upc, kemiskinan kota, yang diasumsikan kompleks dan multi-segi (urbanpoor.or.id)

UPC berfokus pada masyarakat miskin di daerah perkotaan karena memiliki permasalahan yang lebih kompleks daripada masyarakat miskin di pedesaan. UPC memiliki tiga strategi dalam pelaksanaan kegiatannya. Strategi yang pertama adalah pengorganisasian. Strategi ini dimaksudkan untuk membuat rakyat miskin yang jumlahnya sangat banyak untuk diorganisasikan. Strategi yang kedua adalah advokasi. Strategi ini dimaksudkan untuk berusaha mengubah sistem atau struktur yang selama ini menyebabkan ketidakadilan atau bahkan yang menyebabkan kemiskinan. Dan strategi yang ketiga adalah jaringan. Strategi ini dimaksudkan untuk memperluas jaringan UPC dalam pengorganisasian rakyat miskin dan pelaksanaan advokasi.

UPC merumuskan lima indikator masyakarat miskin yang sudah diberdayakan, yaitu:

  1. sejahtera secara fisik yang meliputi sandang, pangan dan papan;
  2. memiliki akses kepada sumber daya seperti pendidika, kesehatan dan lain-lain;
  3. mempunyai kesadaran kritis akan kondisi kemiskinan yang dialami;
  4. terlibat dalam pengambilan keputusan; dan
  5. melakukan pengontrolan.

Ada lima kegiatan utama UPC dalam rangka pemberdayaan rakyat miskin, yaitu:

  1. tabungan masyarakat,
  2. kelompok belajar anak-anak,
  3. gerakan hidup sehat alami,
  4. pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, dan

UPC mendampingi sebuah organisasi rakyat miskin yang disebut JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota). JRMK adalah organisasi otonom yang memiliki kepengurusan sendiri dan semua anggotanya adalah rakyat miskin. JRMK berdiri pada tahun 2009 secara resmi. Kepengurusan JRMK, selain Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, memiliki lima divisi, yaitu Hak Dasar, Jaringan, Ekonomi, KBA, dan GHSA (Gerakan Hidup Sehat Alami). Kelima divisi tersebut merupakan lima program utama JRMK yang terkait dengan lima kegiatan utama UPC.

Pertama, divisi hak dasar atau yang sering juga disebut advokasi adalah divisi JRMK yang bertugas untuk memperjuangkan pemenuhan hak-hak dasar rakyat miskin perkotaan. Hak tersebut berupa hak tempat tinggal, hak atas layanan kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Bila ada penggusuran dari pemerintah terhadap rumah-rumah warga maka divisi advokasi bertugas membantu. Bahkan tak jarang mereka ikut membentuk pertahanan di depan para petugas satpol PP yang akan menggusur warga. Divisi advokasi/hak dasar juga membantu warga agar bisa mengurus akta kelahiran, layanan BPPJS, Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat, dan sebagainya. Divisi advokasi membantu agar warga mampu mengurus hal-hal tersebut secara mandiri.

Kedua, divisi jaringan adalah bagian JRMK yang berfungsi untuk memperluas jaringan JRMK. Divisi ini berusaha mencari instansi-instasi lain yang bisa membantu JRMK. Bantuan tersebut dapat berupa bantuan pakaian bekas, makanan dan minuman bagi warga-warga miskin yang terkena gusuran atau bencana banjir.

Ketiga, divisi ekonomi adalah bagian JRMK yang berhubungan dengan KUBE, salah satu kegiatan JRMK, KUBE adalah singkatan dari Kelompok Usaha Bersama. KUBE adalah kegiatan tabungan warga. Uang-uang mereka dikumpulkan dan disimpan. Uang tersebut bisa diolah untuk mendapat penghasilan tambahan. Uang tersbut juga dapat dicairkan sebagai bentuk pinjaman.

Keempat, divisi KBA adalah bagian JRMK yang mengurus Kelompok Belajar Anak-Anak (KBA). Hingga saat ini KBA yang berada dibawah naungan JRMK tinggal satu yaitu KBA Bersama di Kampung Marlina, Muara Baru, Jakarta Utara. KBA ini merupakan bentuk Pendidikan Usia Dini yang mempunyai kurikulum sendiri rancangan UPC. Salah satu kurikulum khas KBA ini adalah pembelajaran tentang bencana alam beserta penyebab, pencegahan dan penanggulangan.

Kelima, divisi GHSA adalah bagian JRMK yang berusaha memperhartikan kesehatan masyarakat miskin. Program didasrkan pada keyakinan bahwa kesehatan yang alami akan lebih terjangkau daripada pengobatan rumah sakit. Hal itu seperti kata pepatah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Clipboard24 Clipboard23 Clipboard22 Clipboard21 Clipboard20 Clipboard19

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>