Navigation Menu
Sanggar SWARA

Sanggar SWARA

Jakarta Timur, DKI Jakarta

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Monday, January 18, 2016
  • Category:
  • Address: Jalan Pisangan Lama 3, No. 16, Jakarta Timur

Sanggar Swara  yang dahulunya dikenal dengan SWARA (Sanggar Waria Remaja) merupakan sebuah lembaga yang memutuskan untuk berdiri secara mandiri dan pada akhirnya memisahkan diri dari Ikatan Srikandi. Sanggar Swara merupakan lembaga yang sudah diakui keberadaanya sejak tahun 2011. Saat ini  Sanggar SWARA memiliki fokus program yakni inklusi sosial yang dijalankan sejak tahun 2014. Program Inklusi sosial yang di jalankan oleh Sanggar SWARA berkaitan dengan usaha teman-teman waria yang ada di Jakarta untuk menjalin hubungan dengan masyarakat yang berada di kawasan Jakarta. Dengan kata lain, Sanggar SWARA tengah membangun hubungan yang baik dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti pembahasan mengenai SOGIE terhadap masyarakat. Tujuan adanya pembahasan pengenalan SOGIE tidak lain agar masyarakat memahami tentang konsep dasar yang berkaitan dengan seks atau jenis kelamin, seksualitas, serta gender yang selama ini seringkali disalah artikan dikalangan masyarakat.

Berbicara tentang isu HIV/AIDS bagi Sanggar SWARA sendiri menganggap sudah diketahui oleh kalangan teman-teman waria.   Dalam hal ini Sanggar SWARA bukannya mengesampingkan persoalan HIV/AIDS, sanggar SWARA sendiri  melihat persoalan ini sudah disosialisasikan sebelumnya, sehingga, penanganan HIV/AIDS untuk saat ini lebih berwujud tindakan berupa membagikan kondom daripada sekadar melakukan penyuluhan atau memberikan info tentang HIV/AIDS. Lebih lanjut,  Sanggar SWARA melihat terdapat kebutuhan lain yang lebih dibutuhkan oleh teman-teman waria yang bearada dikalangan masyarakat diantaranya perihal penerimaan diri dan Hak Sosial. Misalnya pembuatan KTP (dengan identitas tetap sebagai laki-laki) dan pembuatan BPJS. Sehingga, dalam menjalankan aktivitas sosial dan akses kesehatan mereka tetap menerima perlakuan yang sama dengan orang lain atau diterima seperti orang lain pada umumnya. Terlepas dari pandangan mengenai program baru yakni inklusi sosial yang sedang dijalankan, Sanggar SWARA tetap memantau dan mendampingi teman-teman ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) yang dikenal dengan KDS atau Kelompok Dampingan Sebaya.

Dalam menjalankan programnya, Sanggar SWARA tidak bekerja sendiri. Mereka sering mengadakan kerja sama dengan lembaga yang memiliki fokus isu LGBT , misalnya Arus Pelangi. Sanggar SWARA juga mendapatkan dukungan dana untuk menjalankan program mereka yang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri seperti Jepang dan Australia. Salah satu cara para staff Sanggar SWARA menjalankan program inklusi sosial dengan melakukan pendampingan dan  membentuk sebuah tim lapangan yaitu CO atau  Community Organizer  yang bertanggungjawab terhadap wilayahnya masing-masing yang dikenal dengan istilah penjangkauan. Tugas seorang CO antara lain melakukan pendampingan teman-teman waria yang sedang sakit, dampingan pembuatan KTP, dampingan teman-teman yang terjaring razia agar mereka dapat dibebaskan, serta membagikan kondom bagi teman-teman waria mengingat mayoritas pekerjaan waria adalah sebagai pekerja seks. Tugas yang dijalankan oleh seorang CO tidak hanya mendampingi teman-teman waria, namun, mereka juga bertugas untuk menghadiri berbagai undangan kegiatan dari lembaga-lembaga yang juga memiliki tujuan pembahasan mengenai LGBT atau yang berkaitan dengan kehidupan sosial dalam masyarakat. Salah satu contoh kegiatan yang dihadiri oleh Sanggar SWARA misalnya kegiatan yang diadakan oleh lembaga Arus Pelangi dan bekerja sama dengan Komnas Perempuan yang membahas tentang kekerasan pada perempuan atau mengenang korban HIV/AIDS yang diadakan oleh YPI  di kementrian sosial, dan masih banyak kegiatan yang diikuti oleh Sanggar SWARA sebagai wujud dari bagian program inklusi sosial yang saat ini sedang mereka jalankan.

Melalui berbagai kegiatan yag diperjuangkan atau yang sedang digerakan oleh Sanggar SWARA terlihat jelas bahwa Sanggar SWARA yang mewakili teman-teman waria hendak menyuarakan bahwa mereka ada diantara masyarakat dan mereka ingin diperlakukan sama oleh masyarakat. Tidak ada kekerasan atau diskriminasi di dalamnya. Sanggar SWARA merupakan contoh perwakilan suara-suara  termarjinalkan yang ingin mendapatkan hak yang sama. Hal yang menarik dalam hal ini, sebagai kaum yang dipandang sebelah mata atau seringkali dimarjinalkan justru melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat yang terkadang menolak keberadaan mereka. Dengan demikian, adanya ide program inklusi sosial ini sangatlah membantu membangun jembatan bagi masyarakat dan komunitas  waria khususnya di Jakarta.

 

swara6 swara1 swara2 swara3 swara4 swara5

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>