Navigation Menu
Protestant Church in Sabah (PCS) Tinangol

Protestant Church in Sabah (PCS) Tinangol

Sabah, Malaysia

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Tuesday, January 19, 2016
  • Category:
  • Address: Tinangol, Kudat, Sabah, Malaysia

pcs4 pcs5 pcs6 pcs1 pcs2 pcs3PCS Tinangol adalah sebuah gereja yang berada dalam satu kawasan kaum Rungus. Pada tahun 1956 kampung Tinangol yang ditempati oleh suku kaum Rungus didatangi oleh seorang missionaris yaitu Rev. Heinrich Honneger dan seorang penginjil yaitu Penginjil Majimil Tuorong. Pada tahun. Beberapa tahun berlalu, tahun 1959 diresmikan sebuah jemaat di Tinangol dan tahun 1968 PCS Tinangol memiliki bangunan secara mandiri.

PCS Tinangol dapat dikatakan memiliki lokasi yang cukup baik. Hal ini terlihat dari segi penataan lokasi gereja yang strategis. PCS Tinangol berada dalam pusat kampung. Rumah yang berada di kampung Tinangol adalah rumah panjang yang terbagi menjadi empat blok, tiga blok membentuk huruf “U” dan di tengah-tengah dari huruf tersebut adalah lapangan bola serta paling atas adalah gereja. Ini yang menjadi keunikan bagi PCS Tinangol. Selebihnya yang tidak tinggal di rumah panjand disebt sebagai blok 4. Pembentukan dari penataan lokasi ini sendiri dibentuk oleh ketua kampung.

Pada tahun 1962 ketua kampung dan ketua gereja diketuai oleh orang yang sama. Dalam arti ketua kampung juga menjadi ketua gereja. Ini menjadi hal yang pertama kali dalam sejarah PCS Tinangol. Pada tahun 2015 PCS Tinangol memiliki jumlah anggota jemaat yang cukup banyak mencakup 100 kepala keluarga. Banyaknya jumlah kepala keluarga tersebut memberikan sebuah ide baru untuk membentuk ketua gereja. Ketua gereja ini dibentuk sebanyak delapan orang, sehingga setiap satu orang ketua gereja memiliki 10 lebih kepala keluarga. Berbeda dari tugas ketua gereja yang juga menjadi ketua kampung. Ada satu ketua kampung yang juga dijadikan ketua gereja dan yang lainnya adalah jemaat saja.

Kita dapat melihat perbedaan yang jauh dari masyarakat yang tinggal di Tinangol dari tahun yang lampau dengan sekarang yang lebih modern (contohnya masuk pengaruh teknologi dan banyak pemikiran baru). Ada perubahan dari segi pekerjaan,  dahulu banyak masyarakat Rungus yang banyak tinggal di rumah untuk bekerja, baik sebagai pengurus ladang dan membuat manik. Konteks zaman dahulu tidak sama dengan yang sekarang. Saat ini banyak orang muda yang bekerja tidak lagi di ladang tetapi memiliki pekerjaan yang beragam. Orang muda banyak yang bekerja dan bersekolah di Kota Kinabalu, banyak yang bekerja di beberapa wilayah,  dan ada juga anggota jemaat yang pergi ke Kuala Lumpur dan lain-lain.  Oleh sebab itu, banyaknya jumlah orang yang tinggal di kampung memilih untuk pergi sementara dari kampung untuk bekerja atau pun sekolah karena adanya sebuah proses berpikir yang lebih terbuka dan gaya hidup.

Meskipun PCS Tinangol sendiri memiliki banyak anggota, namun persoalannya adalah gereja ini tidak memiliki pendeta tetap. Gereja PCS Tinangol hanya memiliki pendeta konseling yaitu dari pendeta Paroki Jemaat dan  pendeta senior. Hal ini menyebabkan cukup sulitnya pelayanan gereja yang diterima oleh anggota jemaat. Sebab anggota jemaat PCS Tinangol memiliki banyak pergumulan yang membutuhkan tenaga pelayanan tetap dari pendeta. Beberapa pergumulan yang dihadapi yaitu persoalan perkawinan, persoalan kehidupan seorang ibu tunggal, persoalan remaja yang banyak tidak datang ke gereja, komitmen dalam pelayanan, dan yang lainnya. Mungkin persoalan ini memiliki kesamaan dengan konteks jemaat yang di kota, tetapi pergumulan untuk memiliki pendeta sampai sekarang belum terjawab melihat kebutuhan jemaat yang banyak.

PCS Tinangol memiliki beberapa bidang pelayanan yaitu pelayanan jemaat secara umum, pelayanan anak, pelayanan belia, pelayanan wanita, dan pelayanan bapak. Masing-masing dari bidang pelayanan tersebut memiliki AJK (Ahli Jawatan Kuasa) yang  bertanggungjawab dalam setiap bidang pelayanan. Oleh sebab itu, pengelolaan bidang pelayanan diharapkan dapat terlaksana dengan baik.

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>