Navigation Menu
Igreja Protestante iha Timor Lorosa’e (IPTL) Graca Loes

Igreja Protestante iha Timor Lorosa’e (IPTL) Graca Loes

Liquica, Timor Leste

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Thursday, December 31, 2015
  • Category:
  • Address: Kaibair Fatuboro 10, Liquica, Timor Leste.

Igreja Protestante iha Timor Lorosa’e  (IPTL) adalah gereja Protestan pertama di Timor Leste.  IPTL sudah hadir di Timor Leste saat masih bersatu dengan Indonesia yang dikenal dengan GKTT (Gereja Kristen di Timor-Timor). Akan tetapi, Timor Leste merdeka dan memutuskan  mengganti nama menjadi Igreja Protestante iha Timor Lorosa’e (IPTL).  Sinode IPTL terletak di pusat keramaian kota Dilli, di jalan Comoro. Sinode IPTL sudah terbentuk sejak 9 Juli 1988, dan pada tahun 2015 baru saja merayakan ulang tahun yang ke 27. IPTL sampai saat ini memiliki 72 jemaat mandiri yang tersebar dalam 4 Klasis. Salah satunya adalah IPTL Graca Loes yang berada dalam Klasis Oeste (Klasis Barat). Jarak yang ditempuh dari Dilli menuju Loes sejauh 60 km dan di sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan tebing dan laut yang indah.  IPTL Graca Loes terletak tidak jauh dari perbatasan Timor Leste dan Atambua (Indonesia). IPTL Graca Loes adalah salah satu jemaat yang cukup berkembang dibanding beberapa jemaat lain yang ada di Klasis Oeste, yang berdiri sejak tahun 1989. Pada masa Indonesia jemaat ini sangat berkembang pesat baik secara kuantitas dan kualitas. Akan tetapi,  kerusuhan tahun 1999  membuat banyak jemaat yang mengungsi dan memilih untuk menetap di Atambua (Indonesia). Banyak jemaat yang enggan kembali ke Timor Leste karena trauma dengan kerusuhan berdarah tersebut.

Terletak dipinggir jalan, IPTL Graca Loes berdiri kokoh . Loes dikenal dengan tanahnya yang subur dan dingin, sehingga tumbuhan palawija tumbuh subur di Loes.  Jemaat Loes  memiliki pekerjaan yang beragam, tetapi sebagian besar sebagai petani. Loes juga dikenal sebagai daerah penghasil pisang, karena berbagai jenis pisang dapat di temukan di sana. Ada juga jemaat  yang memilih untuk berternak hewan, berdagang dan juga mencari ikan di sungai dan di laut. Jemaat Loes hingga tahun 2015 mencapai 57 kepala keluarga, kurang lebih 250 orang jemaat yang terdaftar. Jemaat dilayani oleh seorang guru Injil dan seorang Majelis yang berdomisili dekat dengan gereja. Jemaat Loes belum memiliki pendeta jemaat, sehingga guru Injil-lah yang sebagian besar melakukan pelayanan di gereja. Setiap minggunya kegiatan gerejawi yang dilaksanakan adalah ibadah Minggu, Ibadah Rumah Tangga dan Sekolah Minggu. Tingkat kehadiran jemaat setiap minggunya mencapai 40-50 orang. Namun demikian, ada keunikan dalam jemaat Graca Loes, bahwa dalam setiap kegiatan ibadah didominasi oleh kehadiran anak Sekolah Minggu dan Pemuda. Bahkan jika ada ibadah-ibadah syukur atau peresmian gereja,  peran anak Sekolah Minggu dan pemuda lebih dominan. Partisipasi orangtua dalam kegiatan gerejawi sangat minim di Graca Loes. Tanpa kehadiran anak sekolah minggu dan pemuda, gereja akan kosong. IPTL Graca Loes memiliki generasi-generasi muda yang sangat antusias dalam kegiatan gerejawi meskipun dalam segala keterbatasannya. Jemaat Graca Loes banyak yang berdomisili secara menyebar di Loes dan tak jarang ada yang harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam untuk sampai ke gereja. Namun demikian, jarak tidak menyurutkan semangat untuk mengikuti ibadah. Jemaat-jemaat Loes berusaha memberikan yang terbaik di tengah segala keterbatasan. Saat ini IPTL Grasa Loes menjadi salah satu jemaat yang bertumbuh di Klasis Oeste.  Meskipun dalam komunitas yang kecil IPTL Graca Loes mampu memperlihatkan  eksistensinya untuk menjadi jemaat yang terus bertumbuh di dalam iman.

wanda2 wanda3 wanda4 wanda5 wanda1

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>