Navigation Menu
HKBP Sukadono

HKBP Sukadono

Medan, Sumatera Utara

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Wednesday, November 11, 2015
  • Category:
  • Address: Jalan Pemasyarakatan No. 50, Tanjung Gusta, Medan.

Gedung HKBP Sukadono terletak dipinggir kota Medan, sekitar satu jam dari pusat kota Medan menuju arah timur laut dan 30 menit dari rumah tinggal saya. Selain itu yang memudahkan untuk mencari Gereja satu ini adalah karena lokasinya berdekatan dengan sebuah Lembaga Pemasyarakatan (LP) tentu hal ini memudahkan karena LP di medan hanya ada satu.

Ketika tiba di HKBP Sukadono, kita akan disambut oleh sebuah pagar biru yang cukup panjang, dan setinggi orang dewasa. Setelah itu kita akan langsung berhadapan dengan gedung Gereja yang cukup besar. Di sebelah kiri ada bangunan yang menjadi rumah tinggal Pendeta Resort/Mentor saya, dan tepat diatasnya adalah gedung Sekolah Minggu. Di sebelah kanan Gereja ada sebuah bangunan yang pengerjaannya masih berlangsung. Menurut Mentor saya, gedung itu nantinya akan dijadikan sebagai rumah untuk Biblevrouw dan diatasnya adalah gedung tambahan untuk kegiatan Sekolah Minggu.

Bila ingin masuk ke dalam gedung Gereja, kita akan melalui sebuah pintu coklat yang cukup besar. Setelah itu kita akan menemui dua buah pilar yang menopang balkon lantai dua. Setelah kita melalui dua pilar tadi, nampaklah bagian altar dan tempat pemusik. Di bagian depan-tengah terdapat sebuah salib besar berwarna perak menempel di dinding dan di bawah salib terdapat meja altar. Di sebelah kiri altar terdapat mimbar besar untuk Pelayan Firman, sementara di sebelah kanan meja altar terdapat beberapa kursi untuk pelayan ibadah dan sebuah mimbar kecil. Di belakang kursi pelayan ibadah ada ruang konsistori.

Bergeser ke sebelah kanan, kita akan melihat beberapa alat musik yang biasanya digunakan untuk mengiringi umat bernyanyi dalam ibadah. Di situ juga diletakkan sebuah mesin pengatur setelan sound system. Alat musik yang ada adalah dua buah keyboard, satu set drum, satu unit gitar listrik, satu unit gitar bass. Semuanya disusun rapi dan tidak berantakan. Bila kita berbalik dan melihat ke arah umat atau pintu masuk, maka kita akan melihat hamparan kursi untuk jemaat. Sejauh yang saya hitung, tak kurang dari 400 orang bisa ditampung dalam gereja ini. Bahkan bisa lebih dari itu bila lantai dua juga digunakan. Dari depan meja altar kita bisa melihat ada dua buah pintu yang juga bisa digunakan selain pintu masuk utama. Keduanya berada di samping kiri dan kanan umat. Masih dari tempat yang sama, kita akan bisa melihat sebuah tali yang digunakan untuk membunyikan lonceng ketika peribadahan akan dimulai.

Ada satu jenis pelayanan yang disediakan oleh gereja ini yang sudah jarang ditemukan di gereja lainnya, yaitu persekutuan janda. Karena tak banyak ditemukan di gereja lainnya, saya menganggap ini adalah salah satu ciri khas yang dimiliki oleh HKBP Sukadono. Meskipun anggota persekutuan ini tidak banyak, tetapi persekutuan ini tetap aktif dalam memberi kontribusi bagi gereja terkhusus dalam peribadahan. Terbukti dengan konsistennya persekutuan ini menyanyikan pujian dalam ibadah dengan formasi paduan suara.

Secara garis besar, umat HKBP Sukadono bekerja sebagai pekerja lepas. Hanya sebagian kecil saja yang bekerja pada satu instansi tertentu. Bahkan tak sedikit yang mendapat penghasilan dari beternak dan berdagang. Meskipun demikian, banyak anak-anak dari keluarga dalam jemaat ini yang bekerja dan berhasil di perantauan. Ini yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi kebanyakan keluarga dalam jemaat HKBP Sukadono.

foto

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>