Navigation Menu
GMIST Dioskuri Batam

GMIST Dioskuri Batam

Batam, Kepulauan Riau

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Tuesday, January 19, 2016
  • Category:
  • Address: Kampung Tiban Lama No. 18, RT 01/RW 06 Kec. Sekupang

GMIST Dioskuri adalah satu-satunya gereja suku Sangihe Talaud yang berada di Batam. Historisitas perjalanan jemaat mula-mula hingga menjadi jemaat yang sekarang tidak terlepas dari jerih lelah seorang perempuan, yakni ibu pendeta Grietje K. Tolosang, yang sekarang menjadi ketua jemaat GMIST Dioskuri. Segala sesuatu dimulai oleh beliau dari “nol” dan perjuangan tersebut tidaklah sia-sia. Kini gedung gereja telah berdiri sendiri di daerah Tiban Kampung dengan jumlah anggota jemaat hampir 200 Kepala Keluarga (KK). Gedung gereja ini diresmikan pada tahun 2012 oleh Ketua Umum Sinode GMIST. Sekarang, jemaat sudah tidak terbebani dengan pinjam-meminjam lokasi dan perlengkapan ibadah, mengingat sebelum berdirinya gedung gereja ini, hal tersebut selalu dilakukan.

Gereja ini berada di “kawasan” suku Batak, ini ditandai dengan adanya beberapa gereja suku Batak di sekitarnya. Ada gereja HKBP, GBKP, GKPS, dan HKI yang berada se-wilayah dengan GMIST, yaitu di daerah Tiban Kampung. Masyarakat sekitar pun didominasi oleh suku Batak, tetangga-tetangga gereja pun pada umumnya adalah orang Batak. Dari sekian banyak masyarakat sekitar yang ber-suku Batak, tidak ada satupun dari mereka yang datang bergereja di GMIST. Kemungkinan besar adalah karena keberadaan beberapa gereja suku Batak.  Meskipun terlihat seperti individualis, namun pada kenyataannya, gereja-gereja ini sering bekerja sama apabila ingin mengadakan sebuah kegiatan gerejawi dan GMIST Dioskuri paling sering diminta menjadi tuan  rumah.

Sebagian besar KK anggota jemaat GMIST Dioskuri berprofesi sebagai pelaut. Hal ini mendasari penentuan nama “Dioskuri” yang diambil dari Kis. 28:11,  lambang kapal Paulus, yang dipahami artinya yaitu mercusuar. Oleh karena para KK adalah pelaut, maka yang beribadah di GMIST Dioskuri (kebanyakan) adalah kaum perempuan, pemuda/remaja, dan anak sekolah minggu (ASM). Pemuda pun banyak yang sudah menjadi pelaut, jadi kalau mereka sedang tidak tugas, baru mereka dapat mengambil bagian dalam ibadah. Namun begitu, kegiatan peribadahan tetap terlaksana dengan baik.

Ibadah Pelayanan kategorial (Pelka) jemaat terbagi atas Pelka Perempuan, Pelka Laki-laki, Pelka Pemuda/Remaja, dan Pelka Anak. Ibadah Pelka laki-laki tetap diadakan meskipun yang hadir lebih banyak adalah kaum perempuan (ibu-ibu; para istri). Selain itu, terdapat pula ibadah kunjungan rumah tangga (RT). Kaum perempuan selalu mendominasi di setiap kegiatan peribadahan.

Di samping itu, Majelis Jemaat (MJ) memegang peranan yang cukup besar di dalam struktur organisasi gereja dan setiap kegiatan pelaksanaan ibadah. Beberapa MJ adalah kaum laki-laki, namun karena mereka adalah pelaut dan harus berlayar, terkadang –dan hampir selalu- yang menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai MJ adalah para istri. Dengan kata lain, tugas MJ laki-laki tidak terbengkalai karena telah diwakilkan.

Sejauh ini, program atau event-event yang dilakukan oleh gereja berjalan dengan baik. Peran ketua jemaat dan MJ sangat besar dalam pertumbuhan dan perkembangan jemaat, memang tak dapat terelakkan bahwa “badai” dan “gelombang” seringkali menerpa “kapal” Dioskuri dalam pelayarannya. Namun satu hal yang diyakini oleh seluruh anggota jemaat, “Yesus Nakhodaku.” Iman inilah yang memampukan jemaat GMIST Dioskuri Batam dapat bertahan dan berkarya hingga saat ini.

gmist1 gmist2 gmist3 gmist4 gmist5 gmist6

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>