Navigation Menu
GKS Jemaat Kayuri

GKS Jemaat Kayuri

Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Tuesday, January 12, 2016
  • Category:
  • Address: Jl.Waingapu-Mangili 87181

Gereja ini berada di sebuah Desa yang dinamakan Desa Kayuri dan masyarakatnya mayoritas adalah Kristen. Luas wilayah Kayuri adalah 20,6 Km2 dan penduduk yang berada di daerah ini adalah penduduk dari Sumba dan juga Sabu. Percampuran orang Sumba dan Sabu tidak mengalami masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hanya yang berbeda adalah adat istiadat mereka dalam melakukan acara-acara adat saat kematian dan pernikahan.

Masyarakat di Kayuri hidup dari berkebun, suluh ikan, mncari siput, masak garam, nelayan dan menjadi guru (PNS). Tidak banyak yang menjadi supir truck, pekerja toko, ataupun PNS lain yang harus bertugas di Waingapu. Mereka termasuk pekerja keras, mereka bisa melakukan pekerjaannya dalam waktu yang lama dan cukup bertekun dengan pekerjaannya. Hal itu dikarenakan kehidupan mereka memang benar-benar tergantung dari hasil yang mereka dapatkan. Hasil itu bisa dijual ataupun untuk mereka makan sendiri.

Mereka dapat menjualnya di emperan toko atau berjalan keliling tetapi di hari Kamis dan Jumat mereka dapat menjual di pasar. Hari Kamis dan Jumat memang khusus hari pasar, sehingga masyarakat di daerah Kayuri, Melolo dapat berbelanja di pasar pada hari itu.

Gereja GKS Jemaat Kayuri awalnya cabang dari gereja GKS Melolo yang letaknya tidak jauh dari Melolo. GKS Jemaat Kayuri berisikan kurang lebih 800 KK dengan jumlah keseluruhan dari 3 cabang gereja, yaitu : cabang Rende, Tamburi, Hanggaroru beserta 2 ranting yang dihasilkan cabang. Ranting itu diadakan untuk masyarakat yang rumahnya jauh dari cabang, diadakan untuk memudahkan mereka beribadah. Di daerah cabang memang jarak rumah jemaat dengan gereja bia sekitar 4-5 kilo dan mereka hampir kebanyakan berjalan kaki. Di bagian pusatpun demikian namun lebih banyak menggunakan motor.

Gereja GKS ini memang bertujuan untuk melakukan Pekabaran Injil d tingkat jemaat, di tingkat Klasis, dan juga sinodal. Sehingga di gereja masing-masing fokus utamanya adalah Pekabaran Injil. Memang di daerah Sumba, khusus di Kayuri juga masih banyak orang yang beraliran kepercayaan Merapu. Mereka-mereka inilah yang didekati dan diinjilkan supaya mereka menjadi percaya kepada Yesus.

Selain program PI, adalagi program sekolah minggu dan pemuda yang dilaksanakan di gereja dan cabang masing-masing. Sekolah minggu di pusat diadakan juga di dua tempat berbeda untuk menjangkau anak-anak yang jauh dari pusat, yaitu di Hadambiwa dan Kokur. Mereka beribadah dalam kesederhanaan tetapi tetap penuh sukacita dan semangat.

Selain itu, ibadah hari Minggu yang dilakukan masing-masing baik d pusat maupun di cabang serta ranting. Ibadah di pusat dipimpin oleh pendeta, sedangkan di cabang dan ranting dipimpin oleh guru Injil dan juga kaum awam. Hanya pada saat perjamuan kudus maka pendeta harus berkeliling untuk memimpin ibadah perjamuan kudus.

GKS Jemaat Kayuri banyak membuat acara-acara dengan melakukan kerjaama dengan sinode ataupun wahana visi Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan seperti lomba sepakbola, lomba menyanyi, pemberian sembaki gratis, acara pembinaan guru sekolah minggu, dsb. Antusias anak pemuda sangat besar pada acara lomba namun pada acara yang bersifat pengetahuan kurang mendapat perhatian yang ebesar perlombaan. Inilah gambaran GKS Jemaat Kayuri.

10408776_10200758244715946_3195434286807948587_n 11705216_10200841262471338_4304672932320558674_n 11694122_10200825930408046_6302301058619564360_n 11049633_10200823265261419_2149312032952459397_n

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>