Navigation Menu
Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB) Betania Sinampangnyo

Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB) Betania Sinampangnyo

Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Tuesday, January 19, 2016
  • Category:
  • Address: Desa Sinampangnyo, Kecamatan Pagimana, Luwuk Banggai

GKLB Betania Sinampangnyo terletak di Kecamatan Pagimana dan letaknya cukup jauh dari kota kabupaten Luwuk. Namun, Kecamatan Pagimana merupakan kecamatan yang memiliki pelabuhan kapal, tempat penyebrangan ke Gorontalo dan Manado. Oleh sebab itu Kecamatan Pagimana tergolong kecamatan yang ramai penduduk dan berlimpah akan hasil laut. Jika ditelusuri secara mendalam, orang-orang yang tinggal di Desa Sinampangnyo juga masih saudara-bersaudara, namun kini telah banyak juga pendatang yang masuk ke Desa Sinampangnyo dan tinggal di sini. Daerah Sinampangnyo (dan juga daerah di Luwuk Banggai) ini sangat terkenal dengan hasil perkebunan kelapa atau niu. Selain itu, minuman khas bernama saguer atau yang lebih dikenal dengan tuak menjadi suatu yang khas di tempat ini. Suku terbesar yang tinggal di Desa Sinampangnyo adalah Suku Saluan.

GKLB Betania Sinampangnyo berada di salah satu desa di Pagimana, yakni Desa Sinampangnyo. Desa Sinampangnyo sendiri terkenal sebagai Desa Kristen karena awal terbentuknya desa ini bersamaan dengan datangnya pekabaran Injil di Kecamatan Pagimana. Kehidupan berjemaat di tempat ini tergolong tidak terlalu baik. Sebagai Desa Kristen, ternyata tidak semua masyarakat yang beragama Kristen datang beribadah di gereja. Alasan pekerjaan di kebun dan lain sebagainya membuat banyak orang tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan gerejawi, terlebih khusus kaum bapak dan pemuda. Meski demikian, semua peribadahan Kompelsus (Komisi Pelayanan Khusus) berjalan sesuai jadwal, baik Kompelsus Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja, dan Anak. Bahkan bukan hanya jemaat saja yang menghadiri ibadah, tetapi hewan peliharaan (seperti anjing, kucing, bebek, dan ayam) seringkali mengikuti tuannya ketika hendak beribadah sehingga kadang hewan peliharaan pun datang ketika beribadah.

Selama praktek di jemaat GKLB Betania Sinampangnyo ini, banyak hal yang saya pelajari terutama hal-hal yang khas dari daerah ini dan salah satu yang menarik adalah kulinernya yang khas. Semua ikan laut sudah pernah disajikan untuk saya makan. Tentunya mereka menyajikan itu karena mereka menerima saya dengan sangat baik, dan terbukti bahwa bukan hanya orang Jawa saja yang ramah, tetapi orang Sulawesi juga ramah dan hal itulah yang saya rasakan. Salah satu hal unik juga dari kebiasaan jemaat di sini ialah mengucapkan salam dengan menyebutkan “Selamat Pagi”, “Selamat Siang”, “Selamat Sore”, atau “Selamat Malam” bukan seperti kebiasaan orang-orang Kristen pada umumnya yang menyebutkan “Syalom”.

Dalam sisi organisasi, banyak hal baru yang saya temui dan tidak jumpai di gereja-gereja lain. Misalnya saja Ketua dari Kompelsus diangkat menjadi Penatua. Jadi, seandainya seseorang siap untuk menjadi ketua Kompelsus Pemuda, maka ia harus diteguhkan menjadi Penatua. Hal inilah yang mungkin menarik, karena penatua sebagai penanggung jawab kompelsus bukan hanya berdiri sebagai koordinator yang seringkali tidak dapat mengayomi anggota-anggota kompelsus itu, tetapi penatua itu sendiri berasal dari anggota kompelsus dan berada di dalam kepengurusan kompelsus. Dengan demikian, hal ini membuka lebar kesempatan untuk para pemuda bisa berperan dalam organisasi gerejawi. Selain itu juga GKLB tidak memiliki DPA (Daftar Pembacaan Alkitab) sehingga masing-masing jemaat leluasa untuk menentukan tema dan bahan bacaan sesuai konteks dan keadaan jemaat saat itu.

FB_IMG_1438225702238 20150705_081205 20150615_225515 20150531_101013 20150531_100749

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>