Navigation Menu
Gereja Anguwuloa Masehi Indonesia Nias (AMIN) Jemaat Tetehösi

Gereja Anguwuloa Masehi Indonesia Nias (AMIN) Jemaat Tetehösi

Gunung Sitoli, Sumatera Utara

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Tuesday, January 19, 2016
  • Category:
  • Address: Jalan Gereja AMIN No.48c Tetehösi I, Kec. Gunung Sitoli Idanoi, Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara 22871

Gereja ini bertempat tidak jauh dari jalan utama di pulau Nias. Letaknya memang agak masuk ke dalam sebuah desa, yaitu desa Tetehösi. Namun, gereja ini tidak sulit untuk ditemukan karena letaknya cukup strategis mengingat pertigaan yang menjadi jalan masuk ke arah gereja biasa digunakan sebagai pasar pekan. Gereja ini memiliki susunan yang unik karena letaknya ada di atas perbukitan. Oleh karena itu, ada banyak anak tangga yang harus dilalui sebelum kita sampa ke gedung gereja. Jemaat Tetehösi ternyata adalah jemaat awal dari Gereja AMIN. Selain sejarah yang membuktikan itu, letaknya yang berdekatan dengan kantor pusat sinode juga menjadi sebuah tanda. Gereja ini sudah mengalami beberapa kali pembangunan. Awalnya, gereja ini hanya sebesar rumah tinggal biasa. Namun, dibangun menjadi lebih besar karena banyak orang yang datang beribadah. Saat dibangun, seorang tetua negeri, yaitu negeri idanoi, memimpikan sebuah bentuk rumah ibadah. Oleh karena itu, dibangunlah gereja ini menyerupai salib layaknya gereja katolik.

Awalnya, gereja ini memiliki 3 (tiga) menara. 2 menara sejajar dengan mimbar yang merupakan tempat diletakannya lonceng, dan yang satu berada di depan. Sayangnya, ketiga menara itu sudah roboh, 2 menara sengaja dirobohkan sedangkan yang satu menara roboh karena gempa bumi tsunami. Di dalam gedung gereja terdapat sebuah sayap besar dan 2 mimbar besar yang masih asli sejak tahun 1950. Jemaat tempat ini percaya, mimbar dan sayap ini memiliki kekuatan mistis yang akan menolak setiap pengkhotbah yang memiliki tujuan lain di atas mimbar. Setiap tiang yang berdiri mengitari bangunan gereja juga diberikan perhiasan yang diletakan di sebuah tempat dekat tiang tersebut. Persiahan itua dalah emas dan perak. Jemaat ini berusaha untuk mengikuti pembangunan bait Allah namun hanya menggunakan simbol saja. Tangga yang ada di depan gereja pun memiliki arti lain, yaitu kemerdekaan Indonesia. Sayangnya, jumlah tangga sudah mengalami perubahan. Awalnya, gereja ini berisikan orang-orang dari negeri idanoi yang merupakan negeri gabungan dari 8 desa. Inilah yang menyababkan gereja ini bernama gereja Anguwuloa Masehi Idanoi Nias. Seturut berkembangnya zaman, kata idanoi diubah menjadi indonesia. Munculnya gereja inipun dikarenakan kepala negeri Idanoi merasa perlu untuk mendirikan gereja bagi rakyatnya dan akhirnya dibangunlah gereja ini. Awalnya, masyarakat negeri idanoi beribadah di Helefanikha, sebuah desa yang di dalamnya terdapat gereja. Gereja di Helefanikha pun awalnya adalah anggota BNKP. Karena letaknya yang terlalu jauh, kepala negeri Idanoi merasa perlu untuk membangun gereja. Ketika gereja ini berdiri, jemaatnya sangat banyak, mengingat gereja ini diperuntukan bagi masyarakat negeri Idanoi yang terdiri dari 8 desa. Namun, karnea Amin sudah memiliki sinode, maka jemaat yang meresa letak gereja terlalu jauh akhirnya membangun gereja di desanya. Sekarang, jemaat Tetehösi hanya terdiri dari 6 desa. 2 desa lain yang letaknya cukup jah memilih untuk membangun gerejanya sendiri yang masuk ke dalam anggota sinode gereja AMIN.

Selain gereja yang bersejarah, gereja ini juga bagus menjadi tempat pariwisata. Gereja ini berletak dekat dengan pantai yang menawarkan pemandangan menarik. Jika di perkotaan kita diharuskan untuk membayar ketika pergi ke pantai maka di sini kita bisa masuk sesuka hati. Mengapa? karena di Nias pantai adalah taman bermain, halaman rumah, bahkan tempat berkebun bukan sekadar tempat berwisata. Udara di desa Tetehösi inipun masih bersih karena tidak ada polusi yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik layaknya di perkotaan. Secara umum, gereja ini patut dikunjungi sebagai gereja yang bersejarah mulai dari arsitektur sampai ke bentuk bangunannya. Suasana khas pedesaanpun menjadi tawaran lain bagi warga perkotaan yang sudah bosan dengan kesibukan. Pariwasata yang ditawarkanpun sangat menarik dan itu bisa kita dapatkan secara Cuma-Cuma. Gereja ini, AMIN jemaat Tetehösi, adalah tempat yang harus dikunjungi jika kita datang ke Pulau Nias.

amin1 amin2 amin3 amin4 amin5 amin6 amin7

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>