Navigation Menu
GBKP Runggun Perumnas Simalingkar

GBKP Runggun Perumnas Simalingkar

Medan, Sumatera Utara

  • Author: admin
  • Date Posted: Friday, February 21, 2014
  • Category:
  • Address: Jalan Lada Raya 1, No. 7, Perumnas Simalingkar, Deliserdang, Medan, Sumatera Utara

Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), Runggun (musyawarah) Perumnas Simalingkar, Deliserdang, Medan, memiliki jemaat + 750 KK yang berdomisili di wilayah Perumnas Simalingkar dan sekitarnya. Latar belakang pendidikan jemaat sebagian besar bergelar S-1 dengan berbagai macam pekerjaan. Ada yang menjadi wiraswasta, guru, dosen, pengusaha, karyawan, dsb.

Gereja ini dilayani oleh satu pendeta dan 65 pelayan (Pertua dan Diaken). Dan memiliki sejumlah kegiatan gereja yang dilaksanakan hampir setiap hari, seperti hari Senin dan Rabu ada PJJ (Perpulungen Jabu-Jabu) atau kebaktian rumah tangga; hari Selasa PA Mamre (kaum bapak) dan lansia; hari Kamis PA Moria (kaum ibu); hari Jumat PA Permata.

Jemaat di GBKP Perumnas Simalingkar termasuk jemaat yang kritis dalam menanggapi persoalan-persoalan mengenai kehidupan jemaat maupun para pelayan. Misalnya mengenai khotbah yang dilayankan oleh Pertua, jemaat banyak yang tidak setuju karena pertua dianggap tidak berkompeten untuk berkhotbah. Apalagi bebicara tentang para pelayan yang dianggap hanya “modal gelar jabatan”, yaitu para pelayan yang menyandang gelar pertua atau diaken tetapi tidak mencerminkan hidup sebagai hamba Tuhan, karena tidak memiliki sikap teladan bagi jemaat.

Hal yang menarik bagi saya di dalam kehidupan di gereja ini ialah “Permata” (sebutan untuk kaum muda). Jumlah mereka diperkirakan sekitar 400 pemuda. Oleh karena itu mereka dibagi 4 wilayah, yaitu Tesalonika 1, Tesalonika 2, Tesalonika 3, dan Tesalonika 4. Kehidupan pemuda di gereja ini sangat aktif dan giat dalam keterlibatan pelayanan di gereja. Mereka senang berolahraga bersama di gereja, mengadakan retreat, dan Penelahan Alkitab. Namun demikian kehidupan pemuda di tempat ini bukan tidak bermasalah. 2 sampai 4 orang saya ketahui memiliki keluarga yang cukup “berantakan”. Mulai dari orangtua yang bercerai, anak muda yang kecanduan obat-obatan terlarang, seks bebas, dsb. Dari sejumlah persoalan yang muncul dalam kehidupan mereka sayangnya perhatian pelayan (Pendeta, Pertua, dan Diaken) sangat kurang, bahkan tidak pernah menjangkau kehidupan mereka, sehingga banyak pemuda yang kemudian memilih untuk tidak pergi ke gereja.

20150529_110836 20150608_182115 20150606_173653 20150701_183342 20150705_190059

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>