Navigation Menu
Deaf Art Community

Deaf Art Community

Kraton, DI Yogyakarta

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Tuesday, December 22, 2015
  • Category:
  • Address: Jl. Langenarjan Lor No.3, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55131

Deaf Art Community merupakan sebuah komunitas seni tuli. Secara khusus mereka memang berfokus pada seni teater. Tidak mengherankan karena pembina mereka, Broto Wijayanto, merupakan alumnu ISI (Institut Seni Indonesia) jurusan seni teater. Teater ini pula yang menjadi awal pertemuan Pak Broto dengan teman-teman tuli, hingga pada akhirnya Pak Broto “terjebur” bersama teman-teman tuli untuk kemudian membentuk Deaf Art Community. Dengan kata lain, teaterlah yang menyatukan komunitas ini.

Lewat ketekunan mereka di bidang tater, mereka sudah berkeliling ke berbagai tempat untuk mementaskan berbagai macam judul teater. Mayoritas teater yang mereka mainkan berangkat dari pergumulan mereka seputar kehidupan mereka sebagai seorang tuna rungu. Lewat teater tersebut mereka berusaha menyuarakan semuanya. Mulai dari keluh kesah mereka, harapan mereka, dan mereka menceritakan sendiri keunikan dalam kehidupan mereka sebagai seorang tuli.

Sebagai sebuah komunitas seni, DAC tidak membatasi diri dalam seni teater. Banyak hal-hal seni lainnya yang mereka geluti, mulai dari seni rupa, seni tari hingga seni musik. Seni rupa yang mereka tunjukkan adalah  lewat pembuatan topeng-topeng yang nantinya diperjualbelikan. Selain topeng, produk dari teman-teman tuli lainny juga diperjualbelikan, seperti mug, kaos, pigura, pin, dll. Semuanya itu dilakukan sebagai salah satu cara menyalurkan kemampuan teman-teman dan menopang operasional komunitas ini. Produk ini juga menjadi awal Pak Broto mengajarkan anak-anak ini tuli hidup mandiri dalam kekuarangan mereka.

Sementara itu menarik untuk melihat kiprah teman-teman tuli menggeluti bidang seni tari dan musik. Kedua hal ini membutuhkan kemampuan yang menjadi kekurangan mereka, pendengaran. Pertanyaan terbesar adalah, “Bagaimana mereka bisa mendengar?”. Jawabannya adalah detak jantung. Mereka mampu mendengar lewat getaran suara dari musik yang mereka mainkan. Ketika menari, mereka mendengar musik pengiring dengan jantung mereka, begitu juga ketika mereka memainkan jimbe. Mereka menggunakan jantung mereka untuk menyamakan tempo dan ketukan, meskipun mereka tidak bisa mendengar.

Komunitas ini sendiri sudah berjalan kira-kira 10 tahun. Keberadaan mereka cukup diakui melihat cukup banyaknya stasiun televisi swasta maupun negeri yang mengundang mereka menjadi narasumber acara mereka. Komunitas ini pun sudah melahirkan banyak tuli-tuli yang berprestasi baik itu ditingkat nasional maupun internasional. Kebanyakan dari mereka yang berprestasi mengangkat dunia tuli mereka menjadi sebuah hal luar biasa, baik dibidang seni maupun akademis.

Namun, tidak semua tuli memiliki kesempatan yang sama. Kesempatan yang diberikan mereka, terutama dalam dunia kerja sangat sempit. Padahal, ini sangat penting untuk membantu mereka dapat  hidup normal seperti orang-orang lain yang dapat mendengar. Pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab, nampaknya belum mampu bertindak secara optimal mengatasi permasalahan yang dialami teman-teman tuli.

Madre menjadi jalan keluar yang teman-teman tuli memperoleh lapangan pekerjaan. Usaha yang dibangun Pak Broto dan rekannya bertujuan untuk itu. Meskipun mereka tuli, banyak dari mereka yang berkeluarga baik itu dengan sesama tuli maupun dengan normal. Untuk menghidupi keluarganya, mereka perlu sebuah pekerjaan. Oleh karena itu, Kedai Madre ini menjadi langkah awal DAC untuk memberikan kesempatan teman-teman tuli bekerja dan menjadi tempat bagi mereka belajar untuk berwirausaha. Dengan terbatasnya kesempatan dan perhatian pihak-pihak lain saat ini, membuat kesempatan bagi diri sendiri nampaknya menjadi cara paling tepat dan cepat untuk menunjukkan diri mereka bisa dan sama dengan orang lain yang bisa mendengar.

 dac1 dac2 dac3 dac4 dac5

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>