Navigation Menu
AIC Incheon

AIC Incheon

Incheon, Korea Selatan

  • Author: Binsar Pakpahan
  • Date Posted: Wednesday, November 11, 2015
  • Category:
  • Address: Republic of Korea, Incheonsi, Yeonsugu, Yeonsudong, 592-6, 202ho

Antioch Indonesia Community (AIC) didirikan pada 25 Juni 1995 untuk memenuhi kebutuhan perubahan misi yang terjadi di Korea Selatan. Sebelumnya, orang Korea selalu mengirimkan misionaris ke luar negara mereka untuk memberitakan injil bagi orang lain yang masih belum menerima Yesus. Namun, pada tahun 1995 terjadi perubahan yang sangat drastis di Korea Selatan oleh karena banyaknya pekerja asing yang datang untuk bekerja di Korea atau yang kita kenal sebagai tenaga kerja asing, sekarang berganti nama menjadi buruh migran. Pada awalnya komunitas ini didirikan dengan nama Antioch International Community (AIC), namun seiring berjalannya waktu komunitas ini berubah menjadi sarana misi bagi orang-orang Indonesia. Alasan mengapa gereja ini diberikan nama tersebut adalah karena kerinduan untuk mengikuti jejak Gereja Antiokhia dalam Kisah Para Rasul sebagai gereja yang misioner. Namun, melalui rapat pelayan Gereja AIC, nama gereja ini kemudian diubah dengan pertimbangan  bahwa gereja ini bukan lagi bersifat Internasional seperti pada waktu didirikan, melainkan telah menjadi sebuah gereja khusus yang berfokus untuk orang Indonesia. Maka pada 25 Juni 2013 nama Antioch International Community menjadi Antioch Indonesia Community. Gereja ini dilayani oleh orang-orang Korea yang fasih berbahasa Indonesia dan menjalankan semua pelayanan, seperti ibadah, fellowship, dan konseling dengan menggunakan bahasa Indonesia. Orang Korea pada waktu itu tidak mempedulikan hak-hak dan kesejahteraan para buruh migran atau pekerja asing. Tetapi gereja AIC datang untuk membantu para buruh migran. Selain melayani dalam hal peribadahan, gereja ini juga melayani dalam hal membantu mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan hak-hak dan kesejahteraan para buruh migran dengan kasih. Akibatnya, banyak orang yang datang untuk meminta bantuan dari gereja AIC. Tempat awal pertama kali AIC berdiri adalah di daerah Ansan, namun seiring berkembang dan bertambahnya jumlah buruh migran yang datang untuk beribadah ke AIC ataupun meminta bantuan, maka AIC memutuskan untuk membuka cabang lagi di AIC Incheon. Pada tahun 2000, berdirilah gereja AIC di Incheon yang dilayani oleh misionaris Kim Gyo Shin atau Ibu Elisabeth. Pada tahun 2001 berdiri jugalah cabang AIC yang ketiga, yaitu di Suwon yang sekarang di pimpin oleh Pak Pendeta Rendy Sanger. Jumlah kehadiran jemaat dalam setiap ibadah Minggu di kedua gereja tersebut semakin meningkat. Gereja AIC melihat dan mempertimbangkan kebutuhan buruh migran yang semakin meningkat dan jarak jauh yang harus mereka tempuh untuk beribadah, maka gereja ini membuka kembali satu lagi di daerah Pyongtaek. Pada bulan Desember 2006, resmilah dibuka cabang gereja “AIC Pyeongtaek” yang dipimpin oleh Pendeta Maju Manurung.

Visi dan Misi Gereja AIC adalah untuk memberitakan injil kepada orang-orang Indonesia yang  bekerja di Korea Selatan dan menjadikan mereka murid Yesus. Gereja mengadakan persekutuan doa pada hari-hari biasa, ibadah umum dan pertemuan sel pada hari Minggu, serta KKR/ retreat pada hari-hari libur besar di Korea.  Setiap hari Sabtu sore setelah pulang kerja para pekerja akan berkumpul di gereja. Pukul 9.00 PM mereka akan mengadakan persekutuan doa , berbagi Firman dan kesaksian, dilanjutkan dengan makan malam sambil fellowship.  Gereja juga menyediakan berbagai bentuk pelayanan sosial secara gratis, seperti penerjemahan bahasa, belajar bahasa Korea, konsulitasi masalah pekerjaan, medical check up, dan tempat tinggal (shelter).


IMG_20150628_121819 IMG_20150624_212007_HDR

IMG_20150625_213437_1435238733075

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>